" Resume Day-1 Kegiatan PKKMB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun 2025 "
Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Oleh Dekan : DR. ALBET MAYDIANTORO, M.PD
1) Pentingnya Pembelajaran di PT
Perguruan tinggi berperan penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang dunia yang semakin kompleks dan terhubung Dalam era Society 5.0, teknologi canggih menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran di PT sangat krusial.
•Pengembangan Keterampilan Digital
Mahasiswa perlu dibekali keterampilan digital untuk beradaptasi dengan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT). Keterampilan digital menjadi kunci penting untuk menghadapi kehidupan di Society 5.0.
•Pemecahan masalah dan inovasi
Dalam Society 5.0, kemampuan yang harus dikembangkan individu, yang sering disebut 4C (Kreativitas, Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kolaborasi), dapat ditingkatkan melalui metode pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi di perguruan tinggi.
•Keterampilan Interpersonal
Pembelajaran di perguruan tinggi harus mencakup pengembangan soft skill, seperti komunikasi dan kerja sama yang diperlukan untuk berinteraksi salam lingkungan yang semakin terhubung.
•Kesadaran Sosial dan Etika
Kesadaran Sosial dan Pembelajaran di perguruan tinggi juga harus menanamkan kesadaran sosial dan etika sehingga mahasiswa dapat berkontribusi secara positit dalam masyarakat yang berorientasi pada teknologi.
•Adaptasi Terhadap Perubahan
Dengan cepatnya perubahan yang terjadi di era Society 5.0, pembelajaran di perguruan tinggi harus mendorong mahasiswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup, siap untuk terus beradaptasi dan belajar sepanjang karier.
2) Metode Pembelajaran
1.Project-Based Learning: Metode pembelajaran yang melibatkan proyek nyata untuk memecahkan masalah dan mengembangkan kompetensi
2.Blended Learning: Kombinasi pembelajaran online dan tatap muka, seringkali didukung oleh sumber daya online
3.Collaborative Learning: Pembelajaran yang menekankan kerja sama dan interaksi antar peserta didik
4.Problem-Based Learning: Pendekatan yang berpusat pada masalah, di mana peserta didik memecahkan masalah melalui penyelidikan
5.Pembelajaran Berbasis Game: Menggunakan elemen permainan untuk memotivasi dan melibatkan peserta didik dalam proses belajar
6.Interdisipliner Learning: Pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk pemahaman yang lebih komprehensif
7.Penggunaan IoT (Internet of Things): Memanfaatkan teknologi IoT dalam proses pembelajaran untuk pengalaman yang lebih interaktif dan relevan
8.Community Learning: Pembelajaran yang berfokus pada komunitas dan melibatkan interaksi serta kolaborasi dalam lingkungan sosial
3) Peran Dosen
1. Fasilitator Pembelajaran
Dosen berfungsi sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa dalam proses belajar, memberikan bimbingan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi dan diskusi.
2. Pengembang Kurikulum
Dosen bertanggung jawab untuk merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan Industri dan masyarakat serta mengintegrasikan teknologi dan Inovasi dalam pembelajaran.
3. Inovator
Dosen harus mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif dan Inovatif, serta memberikan ruang bagi eksperimen dan eksplorasi ide-ide baru.
4. Teknologi
Dosen harus menguasai dan memanfaatkan teknologi pendidikan untuk meningkatkan pengalaman belajar, seperti menggunakan platform daring, alat kolaborasi, dan sumber daya digital.
Peran Mahasiswa
1.Pembelajar Mandiri, Kolaborator, don Inovator : Mahasiswa diharapkan untuk mengambil inisiatif dalam proms belajar mereka mencari sumber daya tambahan, mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat, proyek dan dikusi, berbagi pengetahuan, dan belajar dari satu sama lain serta berkontribusi pada Inovasi di bidang mereka.
2. Pemikir Kritis Mahasiswa kemampuan harus berpikir mengembangkan kritis untuk menganalisis Informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan yang Informasional
4) Teknologi Dalam Pembelajaran
1.Aksesibilitas dan Fleksibilitas : Teknologi memungkinkan akses ke sumber daya plendidikan dari mana saja dan kapan saja pembelajaran, daring, dan platform e-learning memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar sesuai dengan waktu dan tempat
2.Personalisasi Pembelajaran : Dengan menggunakan teknologi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya, belajar individu. Sistem pembelajaran adaptif dapat menganalisis kemajuan mahasiswa dan memberikan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka
5) Tantangan
Perubahan Teknologi yang Cepat
Kesenjangan Digital
Keterampilan yang Diperlukan
Keterlibatan Mahasiswa
Kualitas Pembelajaran
Adaptasi Dosen
Kesehatan Mental
Strategi
Pengembangan Kurikulum yang Responsif
Pelatihan Teknologi untuk Dosen
Meningkatkan Akses Teknologi
Pembelajaran Hybrid
Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif
Kolaborasi dengan Industri dan Komunitas, Penerapan Teknologi Canggih
Plagiarisme
Definisi
Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai, sedangkan Plagiarisme adalah tindakan yang serius dan merugikan yang dapat mengakibatkan konsekuensi akademik yang berat, termasuk sanksi disipliner dan kerugian reputasi (Permendiknas NOMOR 17 TAHUN 2010)
Jenis Plagiarisme
1.Plagiarisme Langsung
2. Plagiarisme Parafrase
3.Plagiarisme Self-Plagiarism
4.Plagiarisme Mosaik
5.Plagiarisme Tidak Disengaja
6.Plagiarisme Karya yang Tidak Dikenal
7.Plagiarisme Data, Statistik, Gambar, dan Media
Sanksi
1.Teguran
2.peringatan tertulis
3.penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
4.pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa
5.pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
6.pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
7.Pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dari suatu program
Cara Mencegah
Menghindari pencurian ide intellectual, theft dengan menyitasi sumber orisinal, sumber yang paling representatif atau sumber paling terbaru, Melakukan pengutipan dan parafrase, Menggunakan layanan uji plagiarisme.
Sistem Perkuliahan, Pembimbingan Akademik, Tata Krama, dan Norma Kehidupan Kampus
Oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama : DR.RISWANDI, M.PD.
A. Sistem Pembelajaran Unila
Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing global. Universitas Lampung (UNILA) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang pembelajaran. Seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan era digital, UNILA menerapkan berbagai sistem pembelajaran yang fleksibel dan inovatif. Sistem tersebut meliputi pembelajaran daring (online), luring (tatap muka langsung), serta hybrid yang merupakan perpaduan keduanya.
B.Syarat Mengikuti Perkuliahan
1. Sudah melakukan registrasi administrasi ( membayar ukt )
2. Menyusun rencana studi (RS) melalui SIAKADU online setelah konsultasi dengan PA
3. PA memvalidasi RS mahasiswa secara online
C.Bentuk Pembelajaran
1. Kuliah
2. Responsi dan Tutorial
3. Seminar
4. Praktik Lapangan
D.Pembimbing Akademik Mahasiswa
PA adalah dosen yang ditetapkan fakultas untuk membimbing mahasiswa.
Tugas PA:
1. mahasiswa menyusun Rencana Studi (RS)
2.Memonitor dan mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa
3.Membantu mengatasi masalah-masalah studi
Tahun Akademik
Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan Unila terdiri atas 2 (dua) semester yaitu: Semester ganjil dan semester genap
-Semester Ganjil dimulai pada bulan Agustus
-Semester Genap dimulai pada bulan Februari
Syarat Mengikuti UAS
1.Kehadiran paling sedikit 80%
2.Melakukan semua kegiatan akademik terstruktur
3.Melakukan semua materi praktikum/responsi 100%
TATA KRAMA & NORMA KEHIDUPAN KAMPUS
ETIKA = NORMA
Etika merupakan tentang baik buruk, persepsi salah-benar yang mewujudkan perilaku
Etika Mahasiswa Menghubungi Dosen
Perhatikan waktu, Penggunaan Bahasa, Memperkenalkan Diri, To The Point, Berprilaku Baik, Akhiri dengan ucapan “ Terima Kasih “
Sanksi Akademik
1.Pemberian huruf mutu E untuk mata kuliah yang dicurigai
2.Hukuman bersyarat berupa ANCAMAN hukuman putus studi jika
mahasiswa melakukan kembali kecurangan akademik
3.Putus studi
4.Pembatalan ijazah dan pencabutan gelar akademik
Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing Sarana Akademik
Oleh Bambang Riadi S.Pd, M.Pd
Sarana Akdemik
Pentingnya mendukung pendidikan yang berkualitas dan mampu bersaing. Upaya tersebut diwujudkan dengan penyediaan berbagai sarana akademik seperti:
Fasilitas pendukung (LED, AC, Internet, dll)
Laboratorium
Perpustakaan FKIP
Inovasi dan pengembangan terpadu
Layanan legalisis online
ULT (Unit Layanan Terpadu)
ESM
Podcast

0 Komentar