" Resume Kegiatan Day-1 PKKMB Universitas Lampung Tahun 2025 "
Pengembangan Karakter Mahasiswa oleh Kapolda Lampung : AKBP VICKY DZULKARNAIN, M.M
Di era situasi saat ini memasuki era baru yang bernama Society 5.0 Society 5.0 adalah sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Pada era ini, masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dgn memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
Dunia pendidikan di era 5.0 menekankan karakter, moral, dan pendidikan keteladanan. Ilmu dapat digantikan teknologi, sedangkan penerapan soft skill maupun hard skill yang dimiliki peserta didik tidak dapat digantikan oleh teknologi
BAGAIMANA SOCIETY 5.0 BEKERJA?
Society 5.0 mencapai tingkat konvergensi yang tinggi antara dunia maya (dunia virtual) dan dunia fisik (dunia nyata). Di informasi masa lalu (Society 4.0), orang akan mengakses layanan cloud (database) di dunia maya melalui Internet dan mencari, mengambil, dan menganalisis informasi atau data.
Di Society 5.0, informasi dalam jumlah yang sangat besar berasal dari dunia nyata terakumulasi di dunia maya. Di dunia maya, besar data ini dianalisis dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence, Al), dan hasil analisis diumpankan kembali ke manusia dalam dunia fisik dalam berbagai bentuk.
Dalam informasi masa lalu (Society 4.0), kegiatan yg umum dilakukan adalah mengumpulkan informasi melalui jaringan dan dianalisis oleh manusia. Namun, di Society 5.0, orang, benda, dan sistem semuanya terhubung di dunia maya dan hasil olah data oleh Al yg mampu melebihi kemampuan manusia diumpankan kembali ke dunia nyata. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan masyarakat dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
KEJAHATAN YAMG DIMUNGKINKAN DI MASA DEPAN
Menurut David Tallane antara lain:
1. KEJAHATAN KESEHATAN : Kloning DNA ilegal untuk tujuan reproduksi atau ambil organ kloning virus dan obat, lalu meretas aplikasi data kesehatan
2. KEJAHATAN COMPUTER : Meretas sistem terenkripsi ilegal, peralatan yang berhubungan dengan internet, merekayasa kecerdasan buatan ( AI )
3. KEJAHATAN HIBURAN : Hubungan seksual virtual dengan avatar ilegal, robot, olahraga ekstrem
4. KEJAHATAN BUDAYA : Pernikahan antara manusia dan AI, mendiskriminasi seseorang berdasarkan genetikanya
5. KEJAHATAN KOTA : Peretasan ke berbagai sistem infrastruktur kota
6. KEJAHATAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN IKLIM : Rekayasa genetika virus, hewan atau serangga, rekayasa lingkungan tertentu tanpa persetujuan
7. KEJAHATAN PENDIDIKAN : Rekayasa obat-obatan non-tropik, khusus yang memberi pengguna kemampuan kognitif manusia super
8. KEJAHATAN ENERGI : Mencuri WIFI, membangun reaktor nuklir, meretas jaringan fisik suatu negara
9. KEJAHATAN MAKANAN : Kloning ternak, meretas kendali drone robot pertanian pintar untuk mencuri atau merusak hasil panennya
10.KEJAHATAN ROBOT : Meretas drone komersial dan drone kejahatan terkait transportasi dengan meretas sistem operasionalnya
MAHASISWA SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA
Berkontribusi untuk masyarakat Bersikap dan berprilaku disiplin Ikuti prinsip dasar hidup yang benar Taat hukum (nilai etika, jujur dan integritas) Tanggung jawab Kedepankan kepatuhan pada aturan dan hukum masyarakat Hormati hak orang Bekerja keras, tepat waktu Tidak menyalahkan orang lain
Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) merupakan kondisi dinamis masyarakat yang menjadi prasyarat pembangunan nasional, yaitu ditandai dengan:
•Terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum
•Terbinanya ketentraman masyarakat
•Kemampuan masyarakat membina, mengembangkan potensi, dan kekuatan untuk mencegah, menangkal, dan menanggulangi segala bentuk gangguan maupun pelanggaran hukum.
Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban masyarakat dengan cara menjaga toleransi, peduli lingkungan, melapor bila ada indikasi gangguan, menginisiasi kegiatan positif, serta mendukung pesan Kamtibmas di kampus maupun media sosial.
Perguruan Tinggi Di Era Digital dan Revolusi Industri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik : PROF. DR. ENG. SURIPTO DWI YUWONO, S.SI., M.T.
Universitas Lampung (Unila) dipimpin oleh jajaran pimpinan yang memiliki peran penting dalam mengelola dan mengembangkan kampus. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, didukung oleh para Wakil Rektor di bidang akademik, keuangan & umum, kemahasiswaan & alumni, serta perencanaan, kerja sama & teknologi informasi, Unila berkomitmen untuk menjadi universitas yang unggul, berdaya saing, serta berintegritas.
Unila menargetkan transformasi menuju entrepreneurial university melalui tahapan penguatan riset, inovasi, dan mutu, yang didukung oleh sistem penjaminan mutu berbasis digital. Saat ini Universitas Lampung telah memiliki 30 program studi berakreditasi internasional, yang menegaskan mutu pendidikan unila diakui secara global.
Strategi kepemimpinan Rektor Unila dirangkum dalam akronim “BE STRONG”, yang mencakup:
B : Business sector, finance, investment & assets
E : Empowerment of human resources
S : Services for community
T : Teaching
R : Research
O : Organizational partnerships
N : Network infrastructure
G : Good university governance
Universitas Lampung aktif menjalin kerja sama nasional dan internasional dengan berbagai institusi. Pengembangan kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pengakuan, reputasi, serta posisi Unila baik di tingkat nasional maupun global.
Universitas Lampung menyediakan berbagai fasilitas pendukung, meliputi perpustakaan, laboratorium, pusat laboratorium & inovasi terpadu, sarana olahraga, serta asrama mahasiswa, yang semuanya bertujuan menunjang kegiatan akademik, riset, dan pengembangan mahasiswa.
Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan oleh Kaban Kesbangpol Balam : PARYANTO, S.IP
Bandar Lampung sedang bertransformasi menjadi kota metropolitan dengan fokus pada pembangunan infrastruktur modern, peningkatan kualitas transportasi, pengembangan pusat ekonomi, serta perbaikan tata kelola kota. Transformasi ini juga didukung oleh pertumbuhan sektor pendidikan, layanan publik, teknologi, dan industri kreatif, sehingga mendorong Bandar Lampung menjadi pusat pertumbuhan baru yang berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara oleh Komandan KOREM 043 GATAM : BRIGJEN TNI HARYANTANA S.H
Pilkada Serentak 2024 menjadi pesta demokrasi terbesar dalam sejarah Indonesia yang akan digelar pada 27 November 2024. Sebanyak 37 gubernur serta 508 bupati/walikota akan dipilih secara serentak. Pelantikan kepala daerah hasil Pilkada ini dijadwalkan pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Di sisi lain, situasi politik nasional juga diwarnai dengan aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat di berbagai daerah. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan terkait kebijakan pemerintah, terutama soal efisiensi anggaran, program makan bergizi gratis, hingga penolakan terhadap kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat.
1.Kebijakan Pemerintah
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Fokus pada penghapusan kemiskinan, investasi, ekspor, serta pengembangan sektor strategis: pertanian, manufaktur, teknologi. Berbasis pada kedaulatan pangan, energi, dan peningkatan daya saing industri nasional.
2. Perkembangan Ekonomi Global
Meski ada ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap tumbuh dengan sedikit perlambatan. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2025–2026. Kebijakan Donald Trump soal tarif barang impor China berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia.
3. Kebijakan Fiskal & Pajak
Pemerintah menaikkan PPN menjadi 12% untuk barang mewah dan jasa. Kebijakan ini menimbulkan dampak domino terhadap ekonomi masyarakat.
4. Program Strategis Nasional
Presiden Prabowo meresmikan Danantara (akhir 2024), yaitu Badan Pengelola Investasi Daya Anggota Nusantara (BPI Danantara). Dana kelolaan mencapai Rp 15.594 triliun dengan target mendorong pembangunan infrastruktur, energi, dan ketahanan pangan.
5. Dampak Sosial
Perlambatan ekonomi memicu ketimpangan ekonomi dan potensi konflik sosial di masyarakat.
Pemetaan Bencana Alam (BNPB, Feb 2025) Total 405 kejadian bencana tercatat di Indonesia. Jenis bencana meliputi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, erupsi gunung api, dan kebakaran hutan. Wilayah terdampak antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga NTT. Sukabumi 39 kecamatan terdampak bencana. Jenis bencana: tanah longsor (329), banjir (282), angin kencang (34), pergerakan tanah (670). Total bencana: 1.315 kejadian. Status Gunung Lewotobi Laki-laki (NTT). Status awas dengan erupsi signifikan. 10 desa terdampak, 14.000 lebih jiwa mengungsi. Sebanyak 10.295 warga dievakuasi ke posko pengungsian. Dampak Kerusakan Rumah: 843 unit. Fasilitas pendidikan rusak: 579 unit, fasilitas ibadah rusak: 15 unit, fasilitas kesehatan rusak: 5 unit, korban meninggal dunia: 85 jiwa, korban luka: 94 jiwa. Mitigasi & Koordinasi: TNI, BNPB, dan pemerintah daerah melakukan monitoring serta penanganan. Beberapa wilayah ditetapkan berstatus Siaga Bencana hingga Februari 2025, termasuk NTT (Gunung Lewotobi), Kapuas & Waringin Timur (banjir), serta OKU Timur, Banyuasin, dan Musi Banyuasin (banjir).
Sektor pertahanan menghadapi tantangan dari gangguan keamanan Papua, ancaman narkoba, serta permasalahan internal prajurit yang perlu menjadi perhatian serius. Secara keseluruhan, indonesia sedang berada dalam masa transisi penting yang menuntut keseimbangan antara stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, ketahanan sosial, dan kekuatan pertahanan nasional untuk menjaga kedaulatan serta kesejahteraan rakyat.

0 Komentar